CIMAHI, BEDAnews-
Kota Cimahi sebagai kota hijau (meliter), struktur sosialnya sangat heterogen dengan berbagai latar belakang ras, suku dan agama. Tentu kalau, tidak dibangun komunikasi dan kebersamaan antara elemen masyarakat, Maka, konflik sosial atau horizontal akan mudah terjadi, Apalagi, saat ini akan menghadapi pemilihan persiden (pilpres) 2014.
Kepala kementerian Agama Kota Cimahi, H.Hilmi Rivai berharap menghadapi pemilu 2014, kondisi keamanan Kota Cimahi tetap aman dan terkendali, serta selalu membangun komunikasi dan kebersamaan dengan semua pihak, " Dari dulu Cimahi kondusif, dan tetap harus di pertahankan, supaya hidup kita aman nyaman dan tentram, " ungkapnya saat berbicara dihadapan pejabat Litbang Kemenag RI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cimahi, di Aula Utama Gd Kemenag Cimahi,hari ini.
Dikatakan Hilmi, perbedaaan pandangan dan keyakinan jangan dijadiakn hambatan dan rintangan dalam membangun persaudaraan dan persahabatan, tetapi perbedaan itu hendaklah di jadikan modal untuk mencari kedamaian dan solusi bersama terhadap persoalan yang dihadapi bangsa.
" Betapa indahnya hidup damai dan saling bergandeng tangan dengan berbeda keyakinan, ras dan suku, Maka, kedepankan rasa persamaan bukan perbedaan yang kita kelola." terang Hilmi
Diakui Dia, selama ia menjabat di kemenag Cimahi, belum pernah mendengar terjadi gesekan atau konflik yang berbau SARA.
Hilmi juga mmengapresiasi pihak Litbang Kemenag RI yang berencana menjadikan Kota Cimahi percontohan dalam hal kerukunanan beragama.
Hilmi meminta peran FKUB untuk lebih ambil bagian dalam menciptakan kondusifitas antar umat beragama, dengan jalan terus mensosialisasikan undang undang serta membangun komunikasi secara dialog dengan berbagai eleman masyarakat.
"Eksistensi FKUB dalam menciptakan dan memelihara kerukunan umat beragama harus bisa di rasakan oleh masyarakat.Agar Cimahi sebagai Kota Agamis bisa terwujud " tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut Litbang Kmenag RI mengadakan Kuisioner dengan membagikan angket kepada 40 orang koresponden dari Ormas, Tokoh Agama dan Karyawan Kemenag.











