Maka, cintailah ilmu sebagaimana kita mencintai cahaya, karena tanpa ilmu, hati menjadi gelap; tanpa adab, ilmu menjadi liar; tanpa iman, ilmu kehilangan arah. Ilmu yang dimaksud bukan hanya ilmu agama saja, tetapi juga ilmu sains, teknologi, dan pengetahuan dunia yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Sejarah Islam telah membuktikan bahwa para ulama besar dahulu bukan hanya ahli dalam tafsir, hadits, dan fiqih, tetapi juga ahli dalam kedokteran, matematika, astronomi, dan filsafat. Kita mengenal nama Ibnu Sina, seorang ilmuwan besar dalam kedokteran; Al-Khawarizmi, bapak Aljabar dalam matematika; dan Al-Biruni dalam ilmu astronomi. Mereka adalah contoh bagaimana seorang Muslim mencintai ilmu agama sekaligus ilmu sains. Wallahu a’lam.













