KAB. BANDUNG || bedanews.com — Banjir bandang yang melanda kawasan Bandung Selatan, dikatakan Pemuka Agama Islam dan Pimpinan Pesantren Al Madani Madur Cimaung, H. Osin Permana, selain intensitas curah hujan yang tinggi juga diakibatkan karena ulah manusia.
H. Osin menambahkan, seperti disebutkan dalam Surat Al Rum ayat 42, yaitu, ẓaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba’ḍallażī ‘amilụ la’allahum yarji’ụn. Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Jelas bencana ini merupakan akibat dari perbuatan manusia, yang menurutnya dengan melakukan alih fungsi lahan hutan dan pertanian tanpa memperhitungkan akibat dari perbuatannya itu.
“Kalau hutan tetap hijau gunung tetap dengan pepohonannya, saya meyakini tidak akan pernah terjadi banjir bandang seperti kemarin. Karena seberapa besarnya atau lebatnya curah hujan pastinya akan terserap dan tertahan oleh pepohonan,” katanya melalui telepon, Rabu 8 Juni 2022.
Pemuka agama yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, meminta untuk kedepannya bisa dilakukan mitigasi bencana yang berorientasi untuk mengfungsikan alam secara proporsional. Tujuannya jangan sampai pembangunan yang dilaksanakan merusak lingkungan. Karena kerusakan lingkungan akan berdampak kerugian pada manusia atau masyarakat.
Ia tidak menepis kalau banjir bandang itu akibat perubahan iklim, “Tapi yang dominan disini, selaun debit air yang tinggi, kerusakan alam akibat alih fungsi alam bisa menjadi pemicu sebenarnya timbulnya banjir bandang,” pungkas dia.***










