Oleh: Jaya Suprana
JAKARTA || Bedanews.com – Dari kata benda tari lahirlah kata kerja menari, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai gerak tubuh berirama, sering kali diiringi bunyi-bunyian. Pada hakikatnya, manusia mampu menari karena memiliki kecerdasan mengolah gerak tubuh agar selaras dengan irama pengiringnya.
Seni tari memang diciptakan oleh manusia. Namun, bukan berarti ia menjadi monopoli manusia semata. Di alam, cukup banyak makhluk hidup yang memperlihatkan perilaku menyerupai tarian gerak-gerak ritmis yang memiliki fungsi tertentu, terutama dalam komunikasi dan reproduksi.
Burung cenderawasih, misalnya. Burung jantan dari keluarga Paradisaeidae ini berkumpul di area tertentu dan menampilkan pertunjukan yang memukau: melompat, memutar tubuh, mengayunkan sayap, serta memamerkan bulu hiasnya. Gerakan tersebut menyerupai tarian ritual untuk menarik perhatian betina dalam proses seleksi seksual.













