“Oleh karena itu, keputusan UNESCO yang menetapkan keris Indonesia sebagai Karya Agung Warisan Kemanusiaan pada tahun 2005 silam, sudah tepat,” ujar dia lagi.
Sementara terkait keris yang sering disakralkan, LaNyalla yang merupakan Ketua Dewan Pembina Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) itu mengingatkan agar cermat dalam memandang. Menurut LaNyalla, setiap benda bisa membawa manfaat, bisa membawa mudharat.
“Allah SWT sudah mengingatkan kita. Bahwa iblis dan syaitan akan terus berusaha membelokkan kita ke dalam kemusyrikan sampai hari kiamat nanti. Salah satunya bisa melalui benda-benda yang diagungkan oleh manusia. Bukan hanya keris. Bisa apa saja,” tutur Senator asal Jawa Timur itu.
Bagi LaNyalla, sebagai pribadi pelestari dan kolektor keris, dia menyadari setiap benda memiliki unsur yang terdiri dari molekul. Semua molekul itu bisa mengandung unsur positif, juga bisa negatif. Tergantung bagaimana situasi dan kondisi.













