Menurut Budi, Koperasi Merah Putih memiliki peluang untuk menjadi soko guru perekonomian nasional seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Namun peluang itu hanya bisa terwujud jika prinsip koperasi dijalankan secara konsisten.
“Potensinya besar, tapi tantangannya juga besar. Kuncinya ada pada kualitas manajemen, partisipasi anggota, dan pengawasan yang kuat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta transparansi dalam pengelolaan koperasi. Tanpa itu, koperasi hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata.
Menutup pernyataannya, Budi kembali menegaskan bahwa, masa depan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, sangat bergantung pada komitmen untuk kembali pada nilai-nilai dasar koperasi.












