Ia menambahkan bahwa, koperasi juga didorong untuk mengembangkan inovasi di berbagai sektor, mulai dari pertanian organik hingga energi terbarukan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa, seluruh dukungan tersebut tetap mensyaratkan kesiapan kelembagaan dan kemampuan manajemen yang baik.
“Jangan hanya mengejar bantuan, tapi tidak siap mengelola. Itu justru berbahaya bagi keberlanjutan koperasi,” tegasnya.
Budi juga mengingatkan adanya potensi moral hazard, terutama jika pengawasan tidak berjalan efektif. Ia menilai, perlu ada sistem kontrol yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan koperasi berjalan sesuai tujuan.
Meski demikian, ia tidak menampik pentingnya dukungan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang kondusif melalui kebijakan, pendidikan, pelatihan, serta akses terhadap teknologi dan pasar.












