Dua peristiwa karma politik tersebut merupakan efek perilaku Jokowi, selebihnya adalah akibat dosa kebijakan politik hukum Jokowi, yang dirasakan oleh berbagai pihak atau individu-individu, para kelompok aktivis dari berbagai golongan sangat menganiaya dan menyakitkan. Dan akibat kumulasi ketidaksenangan dari berbagai pihak, otomatis efek Jokowi bakal “menjalar kemana-mana”.
Sementara Jokowi sendiri telah sirna kekokohannya, linglung dan lemah bak tak bertulang, mirip cacing tanah, bahkan dirinya sendiri bakal tidak kuat untuk menopang kekuatan melawan para lawan penentangnya, yang ada hanya seorang “Gibran fufu fafa”, yang tidak jelas eksistensi batasan kekuasaannya dan tiada (memiliki) basis power politik maupun kelompok pendukungnya sebagai modal pertahanan dirinya.













