Tangerang – bedanews.com – Budayawan Uten Sutendy meminta Pemerintah Provinsi Banten berhenti memanfaatkan ritual Seba Baduy sebagai obyek wisata dan tontonan publik agar kesakralan dan pesan moral luhur ritual suku Baduy itu dapat dipertahankan.
“Menjadikan acara Seba Baduy sebagai obyek wisata dan tontonan publik itu kurang etis secara spiritual dan budaya,” tegas penulis novel “Baiat Cinta di Tanah Baduy” dan “Baduy sebuah Novel” itu kepada pers di Tangerang Banten, Senin (9/5/2022).
Budayawan sekaligus penulis dan novelis yang berdomisili di Tangerang itu mengemukakan keterangan tersebut menanggapi pelaksanaan ritual Seba Baduy pada 7-8 Mei 2022 yang kembali menjadi tontonan publik.
Seba Baduy adalah acara rutin tahunan, dimana orang Baduy Dalam berjalan kaki dari mulai Desa Kanekes menuju Kantor Bupati Kabupaten Lebak di Rangkasbitung, kemudian dilanjutkan ke Kantor Gubernur Provinsi Banten di Serang untuk menyerahkan hasil bumi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral dari “Kokolot” (Sesepuh) Baduy kepada Pemerintah.













