Dengan kata lain, Presiden ingin mengajak rakyat Indonesia dan segenap elemen bangsa untuk kembali “pulang” ke akar kebangsaan sendiri, dan sesungguhnya selama ini bangsa Indonesia cenderung terombang-ambang oleh gelombang pengaruh budaya luar hingga hampir kehilangan jati diri.
“Akar bangsa kita adalah adat istiadat asli Indonesia yang tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara, dan kenapa Baduy yang dipilih? Tidak lain karena suku Baduy adalah suku yang tertua dan memiliki nilai-nilai luhur serta universal, dimana semua adat yang ada di Nusantara dan bangsa-bangsa lain di dunia mengakuinya,” kata Uten.
Ia menjelaskan, nilai-nilai luhur itu di antaranya pola hidup sederhana, kerja keras, menjaga dan memelihara alam lingkungan, bersikap santun kepada semua mahluk Tuhan, mengembangkan budaya menanam dan bukan budaya panen serta memelihara budaya menerima segala perbedaan dan keragaman sebagai kekayaan dan keindahan kehidupan.













