Cimahi, BEDAnews
Badan Pertanahan Kota Cimahi diduga lalai dalam penerbitan peta bidang terkait pengadaan tanah embung di Kampung Saradan RT 08/02 Kelurahan Leuwigajah. Buktinya, pihak BPN mengakui jika saat penerbitan peta bidang belum dilakukan kroscek ke Kantor BPN Kabupaten Bandung.
Kepala Kelurahan Leuwigajah Agus Anwar menjelaskan, awalnya pembelian tanah untuk lokasi embung berasal dari penawaran yang disampaikan ahli waris kepada Pemkot Cimahi. Dua orang ahli waris dengan membawa suarat kuasa menawarkan satu hektar lebih tanah kepada Pemkot Cimahi.
”Kami menyarankan saat itu, supaya lokasi tanah yang ditawarkan dilakukan pengukuran, supaya ada kejelasan soal luas tanah yang akan dijual kepada Pemkot Cimahi, setelah itu baru proses pengukuran dilakukan pihak BPN,” kata Agus, saat dikonfirmasi.
Menurut Agus, setelah proses di BPN beres, baru pihaknya melakukan transaski pembelian lahan yang akan digunakan untuk pembuatan embung tersebut. Awalnya, semuanya berjalan dengan lancer, namun tiba-tiba setelah dilakukan pembayaran oleh Pemkot Cimahi, ada yang mempertanyakan penjualan tanah tersebut, dengan membawa bukti sertifikat tanah.
Karena ada permasalahan diinternal ahli waris, akhirnya pihak kelurahan melakukan musyawarah antara kedua pihak yang mengaku sama-sama ahli waris. Musyawarah dilakukan untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan yang ada di internal keluarga, namun musyawarah tidak membuahkan hasil, karena salah seorang pihak ahli waris melakukan upaya hokum melalui pengacaranya.
”Setelah adanya permasalahan tanah, baru pihak BPN mengakui jika sebelumnya tidak melakukan pengecekan ke BPN Kabupaten, sebagai kabupaten induk sebelum Cimahi menjadi kota otonom, salah sorang petugas BPN mengatakan hal itu kepada saya bahwa tanah yang diukur belum dilakukan ploting,” paparnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Asisten Pemerintahan Setda Kota cimahi HM Suryadi tidak mau memberikan keternagan. Saat dikonfirmasi harian ini, salah seorang stafnmya mengatakan, Suryadi sedang makan siang.Setelah disampikan maksud kedatangan wartawan Koran ini, stafnya menyatakan yang bersangkutan tak bisa ditemui. “Maaf bapak sedang sibuk, sehingga tidak ada waktu untuk memberikan keterangan, “ kata salah seorang stafnya.
Sedangkan Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas PU Kota Cimahi Agus Joko mengatakan, pembuatan embung di Lewigajah dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir yang sering melanda didaerah tersebut. Pembuatannya dilakukan dalam dua tahap yang dibiayai oleh APBD Kota Cimahi. “Saat ini pembangunan embung itu sudah dilakukan hingga 60 persen, sisanya akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2012 ini, kami tetap akan melakukan pembangunan embung itu untuk menangani permasalahan banjir yang menimpa warga disana,” paparnya. (bubun m)











