Menurut Didin, FAI itu sendiri adalah wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi di manapun mereka berada serta mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi.
Sementara itu, Penasehat FAI yang juga wartawan senior, Aat Surya Safaat mengingatkan perlunya BPKH meningkatkan hubungan baik dengan media, terlebih ada adagium yang menyebutkan bahwa “media bisa mengubah cacing menjadi naga atau sebaliknya naga menjadi
cacing”. “Jadi, sebagus apapun kinerja BPKH, kalau tidak dipublikasikan media, maka sepertinya kinerja lembaga tersebut biasa-biasa saja,” kata Kepala Biro Kantor Berita ANTARA New York
periode 1993-1998 dan Pemimpin Redaksi ANTARA tahun 2016 itu.
Khusus tentang kiprah media, anggota Dewas BPKH, Dr. Muhammad Akhyar mengakui peran penting media dalam mempengaruhi opini publik serta mengapresiasi para wartawan yang telah banyak membantu mensosialisakan kiprah BPKH dalam pengelolaan keuangan haji. “Saya juga senang menulis, tapi saat ini saya belum sempat menuliskan ide atau gagasan saya lagi di media massa,” kata Akhyar yang pada masa lalu sering menulis di media massa lokal dan pernah beberapa kali di media nasional. (Red).













