Garut, BEDAnews
Kabar diluncurkannya bantuan oprasional sekolah (BOS) untuk Madrasah aliyah (MA), jelas sangat menggembirakan bagi pengelola sekolah dan orang tua murid. Selama ini BOS hanya ada di MI serta MTs, dan Tahun 2013, BOS merambah ke ketingkat MA dan sederajat.
Selama ini, baik pengelola sekolah maupun orangtua murid cukup dipusingkan biaya pendidikan. Terutama sekolah-sekolah swasta yang hidup matinya tergantung dari uluran tangan orang tua.
Untuk biaya operasional dan gaji, semua bersumber dari SPP yang berkisar antara 100-200 ribu. Bahkan ada sekolah-sekolah swasta tertentu yang SPP-nya jauh di atas angka itu, ungkap Kasi Mapenda kementerian agama Kabupaten Garut H. Edi Imroni kepada BEDAnews.com, Selasa (9/7/2013).
“Untungnya, di tahun pelajaran 2013 ini pemerintah akan meluncurkan BOS ketingkat MA dengan nilai bantuan persiswa/bulan senilai Rp. 1,2 juta per tahun. Jadi, kalau Bos tersebut diluncurkan secara utuh, jelas itu akan memperingan keluarga kurang mampu,” ujar Edi.
Namun demikian, mengingat BOS yang “hanya” Rp. 1,2 juta per tahun, tentu sangat tidak mungkin kalau Sekolah Gratis. Biaya operasional sekolah, termasuk gaji guru, rata-rata (bisa sangat berbeda satu sekolah dengan yang lain karena itu ditentukan oleh jumlah siswa.
Sebenarnya, ada peluang untuk seorang siswa (peserta didik) mendapatkan biaya sekolah lebih murah lagi atau mendekati Gratis. Syaratnya, orangtua siswa yang bersangkutan termasuk keluarga sangat miskin dan mempunyai Kartu Perlindungan Sosial.
Jika orangtua mempunyai kartu tersebut, maka sekolah bisa mengusulkan siswa yang bersangkutan untuk mendapatkan BSM (Bantuan Siswa Miskin). Biasanya, kuotanya sangat terbatas. Bila memang siswa bersangkutan termasuk dalam kuota dan mendapat jatah, maka seluruh biaya pendidikannya akan tertanggung oleh BOS MA dan BSM. “Jadinya benar-benar sangat murah. Mungkin hanya tinggal membeli buku dan kelengkapan belajar lainnya,” ujarnya. (Sighar)











