• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Bongkar “Transformasi Gerakan Habaib Betawi”, Agus Permana Raih Doktor dengan IPK 3.88

Bongkar “Transformasi Gerakan Habaib Betawi”, Agus Permana Raih Doktor dengan IPK 3.88

Hargib by Hargib
14 Agustus 2026
in Edukasi, Profil
0
FOTO : Agus Permana saat mempertahankan Disertasi dihadapan tim promotor dan penguji dalam sidang promosi doktor di pascasarjana UIN SGD Bandung/Kamis,(13/8/2026)/Bedanews.com/brajamusti

FOTO : Agus Permana saat mempertahankan Disertasi dihadapan tim promotor dan penguji dalam sidang promosi doktor di pascasarjana UIN SGD Bandung/Kamis,(13/8/2026)/Bedanews.com/brajamusti

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

2.Fase Institusionalisasi Gerakan Keagamaan 1966–1998

Memasuki Orde Baru, gerakan Habaib mulai melembaga. Ciri utamanya adalah pembentukan lembaga pendidikan, organisasi sosial-keagamaan, dan sistem pencatatan nasab yang lebih tertata. Di fase ini otoritas keagamaan Habaib diperkuat melalui struktur kelembagaan.

3.Fase Ekspansi dan Reproduksi Otoritas Keagamaan 1998–2020-an

Era Reformasi membuka ruang publik yang lebih luas. Habaib melakukan ekspansi dakwah, pendidikan, dan aktivitas sosial. Namun di saat yang sama muncul kritik dari tokoh seperti KH Imaduddin yang mempersoalkan dominasi legitimasi berbasis nasab.Perdebatan ini mendorong Habaib menyesuaikan basis legitimasinya.

BeritaTerkait

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026

Dari Legitimasi Nasab ke Ilmu, Akhlak, dan Pengabdian

Penelitian menyimpulkan, pada awalnya legitimasi Habaib sangat bertumpu pada nasab sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Seiring waktu, basis itu bergeser. Kini legitimasi semakin bertumpu pada tiga pilar: kapasitas keilmuan, integritas moral, dan pengabdian sosial. Nasab tetap dipertahankan, namun tidak lagi menjadi satu-satunya sumber otoritas.Pergeseran ini merupakan respons terhadap kritik internal maupun eksternal, termasuk gagasan Ahmad Surkati yang sejak awal menekankan pentingnya ilmu dan kesetaraan umat sebagai dasar otoritas keagamaan.

Page 5 of 7
Prev1...4567Next
Tags: Agus PermanaDoktorHabaib BetawiTertinggi AkademikTransformasi Gerakan KeagamaanUIN SGD Bandung
Previous Post

Konferprov IKWI Jabar 2026 Tetapkan Nuryati sebagai Ketua Periode 2026–2031

Next Post

1 Rabi’ul Awal 1448 H Bertemu Momen Kemerdekaan: Meneladani Rasulullah, Menjaga Amanah Kemerdekaan

Related Posts

Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Edukasi

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026
Edukasi

Disnaker Kab. Bandung Tetapkan Henky Herwindo sebagai Ketua Forum HRD Baru

3 November 2026
Edukasi

Inovasi Pendidikan 2026: Merajut Teknologi, Kolaborasi, dan Karakter Menuju Masa Depan

2 November 2026
Almarhum H. Fathan Subchi. (Foto Doc. BPK).
Profil

Fathan Subchi, Pengabdian yang Berpulang, Kebaikan yang Tetap Dikenang

1 November 2026
Edukasi

KETIKA ILMU MENYATUKAN: Kampus Menghadirkan Solusi bagi Negeri

30 Oktober 2026
Next Post

1 Rabi’ul Awal 1448 H Bertemu Momen Kemerdekaan: Meneladani Rasulullah, Menjaga Amanah Kemerdekaan

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021