Program ANANDA Bersinar menekankan pentingnya pencegahan sejak usia dini melalui penguatan karakter dan ketahanan diri anak. Selain itu, program ini juga mendorong terwujudnya Desa Bersinar (Bersih Narkoba), pendekatan psikososial bagi anak di bawah usia 18 tahun, serta penyediaan layanan edukasi dan rehabilitasi yang mudah diakses masyarakat.
Pelatihan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA/SMK dari berbagai sekolah di Kota Semarang yang dipilih sebagai calon pendidik sebaya. Para peserta dibekali melalui Modul SIGAB (Siaga Lawan Narkoba), yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu regulasi diri, asertivitas dan kemampuan reaching out.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, yang menegaskan bahwa, keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan narkoba. “Perang melawan narkoba hari ini tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional semata. Kita menghadapi dinamika yang semakin kompleks, di mana peredaran narkotika menyasar langsung generasi muda dengan berbagai cara yang semakin adaptif. Oleh karena itu, kita membutuhkan strategi yang juga adaptif, salah satunya melalui pendekatan teman sebaya,” terangnya.













