“Kejadian penangkapan memang beberapa kali berlangsung di Rejosari, tetapi orang yang ditangkap bukan warga Rejosari. Karena itu, kami melihat pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar lingkungan tidak menjadi tempat yang dimanfaatkan untuk aktivitas narkotika,” jelas Wahyu.
Ia menegaskan, keberadaan Agen Pemulihan IBM menjadi peluang untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap persoalan narkotika sekaligus membangun jalur dukungan bagi warga yang membutuhkan bantuan. “Kami ingin IBM tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan dukungan untuk pulih, kami ingin masyarakat tahu harus ke mana, siapa yang dapat dihubungi, dan bagaimana membantu tanpa memberikan stigma,” katanya.













