Garut, BEDAnews
Badan Ketahanan Pangan (BKP) kabupaten Garut, tahun 2013 ini memprioritaskan membangun lumbung padi di 80 titik yang diperuntukan bagi daerah yang dianggap resiko rawan pangan, demikian disampaikan kepala BKP Kabupaten Garut, Kuswendi, saat ditemui BEDAnews.com, Rabu (26/6) di ruang kerjanya.
Menurut Kuswendi, lumbung padi itu nantinya diisi beras sekitar 21 ton. “Apabila terjadi rawan pangan dikalangan masyarakat Garut, beras tersebut dapat diberikan kepada masyarakat yang gagal panen,” ungkapnya.
Selain itu, titik yang dianggap resiko rawan pangan akan diintervensi oleh peternakan diantaranya ternak Bebek, itik, dan ayam. Sehingga ada perubahan yang signifikan dikalangan masyarakat selain mengantisipasi rawan pangan, juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi masyarakat tersebut.
“Dengan digalakannya program tersebut, diharapkan kedepannya masyarakat Garut dapat bertambah incomenya, juga dapat menghilangkan rawan pangan dilapisan masyarakat Garut itu sendiri,” katanya.
Yang jelas kata Kuswendi, didalam pengelolaan melalui lumbung tersebut ada dua yaitu pengelolaan Padi dan pengelolaan ternak yang pengelolaannya berbeda kepengurusan. Dimana, nantinya melalui lumbung dari rawan pangan menjadi mandiri pangan, artinya kalau sudah mandiri masyarakat Garut tidak lagi bergantung kepada orang lain, ujarnya. (Yanti)











