Karena itu kita mencoba bagaimana menciptakan asn yang tidak melakukan hal tersebut, kita tingkatkan bagaiman asn kita dapat melakukan antisipasi perubahan, yang dinamakan sebagai dynamic goverment.
Terkait hal ini Kepala Bidang Pengembangan Karir BKD provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan, sebagai pengeleola kepegawaian harus menyiapkan mesin untuk bisa meyakinkan bahwa ASN di pemprov jabar bisa dikategorikan sebagai sprinter-sprinterterbaik di jawa barat.
“PP 11 th 2017 pada initinya meninggalkan kebiasan lama dalam proses penempatan, melalui pendekatan 3 K yakni kwalifikasi, Kompetensi, Kinerja. Siapa yang memenuhi terget itu maka mereka yang akan lebih cepat mecapai promosi. Mudah-mudah dengan perubahan ini kita bisa menciptakan sprinter-sprinter yang bisa membawa jabar lebih baik sesuai harapan gubernur.”Ujarnya.













