Dari Hasil Kunjungan kerja tersebut Ru’Yat menilai. “Kami merasa bangga bisa hadir disini. BJB di DKI Jakarta ini sangat diharapakan bisa menjadi standar penilaian atau parameter bagi BJB yang lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, melalui pendalaman informasi dan data saat ini harus menjadi bahan dasar untuk pembahasan RKUA dan PPAS Tahun 2022.
Achmad Ru’yat meminta, BJB S. Parman yang tidak memiliki program untuk UMKM, kedepannya harus ada program yang concern terhadap penajaman gerakan ekonomi kelas menengah ke bawah yang harus diperhatikan.@pungkasnya.@herz













