Kegiatan ini memadukan tiga aspek penting pembangunan, yakni peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan potensi lokal melalui wastra nusantara, serta penciptaan peluang ekonomi produktif berbasis kerajinan rumah tangga. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi kerakyatan dan efisiensi belanja daerah sebagaimana tertuang dalam SE Mendagri Nomor 900/833/SJ.
Lebih jauh, Restuardy menekankan peran strategis perempuan dan ibu rumah tangga sebagai ujung tombak pembangunan keluarga dan bangsa. “Ketika perempuan diberdayakan, maka lahirlah rumah tangga yang tangguh. Dan dari rumah tangga yang tangguh, lahirlah bangsa yang kuat,” ungkapnya.
Melalui bimtek ini, diharapkan peserta dapat mandiri, berinovasi dan membuka usaha yang memberi dampak ekonomi bagi diri sendiri dan lingkungan. Pemerintah daerah pun diimbau untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mengembangkan pendekatan pembangunan yang partisipatif dan inklusif.













