“Kalau suatu hari masih diperlukan, akan dideklarasikan seluruh ruang perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin jadi rumah sakit khusus korona,” katanya.
Pihaknya juga terus menyosialisasikan gerakan bersih-bersih baik secara perorangan maupun lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, Emil memastikan pihaknya pun terus melakukan proaktif tes untuk memeriksa warga yang diduga berisiko.
Saat ini, menurut dia laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Barat ini sudah memeriksa 230 orang yang diduga terjangkit.
“Dari jumlah itu, satu positif,” katanya.
Selain itu, Emil memastikan pihaknya sudah mendapar restu DPRD untuk menggunakan dana tambahan.
Bahkan, lanjut Emil, saat ini pihaknya sudah menyalurkan Rp48 miliar untuk penanganan kasus tersebut.
“Jadi bisa digeser, kalau kurang bisa digunakan,” katanya.













