Keadaan ini misalnya terjadi pada peristiwa Revolusi Iran tahun 1979 dan perang Irak-Iran yang terjadi kemudian. Konflik yang menyala-nyala itu kemudian menjadi alasan bagi Amerika Serikat untuk meningkatkan kehadiran kekuatan militernya di kawasan Teluk. Contoh yang paling dramatis adalah peristiwa Perang Teluk pada awal tahun 1990-an. Puluhan pangkalan militer Amerika Serikat berada di berbagai titik strategis di sekitar kawasan Teluk Persia tanpa adanya penolakan dari para kepala negara di kawasan ini. (Salim Fredericks, “Invasi Politik dan Budaya Asing” hal. 36-37)
Atau kita bisa melihat bagaimana Amerika Serikat ikut campur bahkan mengobrak-abrik pemerintahan Mesir. Dengan se-enak hati, Amerika Serikat mengganti-ganti presiden Mesir. Dimulai dari Hosni Mubarak yang digugat oleh rakyatnya sendiri pada Arab Springs dimana ada campur tangan Amerika Serikat di dalamnya, yang kemudian Mubarak mengundurkan diri dan digantikan oleh Mursi yang mendapatkan dukungan dari Ikhwanul Muslimin.













