Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan gambaran utuh mengenai peluang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha sebagai mitra strategis BGN.
Perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, James N. A. Kewas, menyampaikan bahwa MBG merupakan program prioritas yang membutuhkan dukungan perencanaan daerah yang matang.
Menurutnya, penguatan ekosistem pelayanan gizi harus dibarengi dengan kesiapan daerah agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antarsektor menjadi kunci agar program ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” ujar James N. A. Kewas.
Senada, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Leyla P. Karamoy menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam pelaksanaan MBG.
Ia menyebut bahwa keterlibatan pelaku usaha harus dibarengi dengan komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan.













