Selain rute Alun-alun Bandung – Kota Baru Parahyangan, rute yang lainnya pun dilaporkan sudah cukup baik. Namun demikian ada beberapa rute yang akan menggunakan jalur khusus.
“Beberapa koridor juga sudah cukup baik tinggal pemantapan beberapa rute, mungkin ada yang perlu jalur khusus,” sebutnya.
Agar tidak mengganggu lalu lintas, bus BRT Bandung Raya maksimal berhenti menurunkan penumpang selama dua menit. Selain dilengkapi CCTV di dalam bus, pergerakan bus juga akan dipantau di ruang operasional.
“Ada ruang _operational center_ untuk memantau bus-nya. Jadi tidak bisa menurunkan penumpang dimana saja karena akan kena denda operatornya,” ujar Bey.
Proyek BRT Bandung Raya akan mulai dibangun awal tahun 2025. Kemudian dilanjutkan tahap II pada 2026, dan operasional seluruhnya akan dimulai tahun 2027.












