KAB. BANDUNG || bedanews.com — GOR RH. Lily Sumantri Universitas Bale Bandung (Unibba) Baleendah menjadi pilihan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bandung, H. Firman B. Sumantri, Rabu 25 Februari 2026, untuk melaksanakan Reses Masa Sidang II anggota DPRD, yang diundang 125 tapi yang hadir 175 orang.
Menurutnya ini merupakan sesuatu hal yang luar biasa, karena menurut Kang Firman sapaan akrabnya legislator senior dari Fraksi Golkar, warga yang tak di undang itu bukan kader partai melainkan murni masyarakat biasa yang sengaja turut serta dalam kegiatan reses.
Saat membuka pembicaraannya, ia menjelaskan di depan semua undangan untuk tidak merasa ragu atau sungkan saat menyampaikan informasi. Sebab dengan adanya informasi dari masyarakat akan diketahui bagaimana situasi dan kondisi lingkungannya termasuk perekonomiannya.
Ia mengakui dewan bukan yang memberikan kebijakan atau yang memberi keputusan pada setiap aspirasi yang diterimanya, “Kami hanya mewadahi dan dimusyawarahkan lagi aspirasi tersebut selanjutnya diberikan kepada Pemkab Bandung umtuk ditindaklanjuti,” katanya di lokasi.
Jadi yang akan direalisasikan sekarang merupakan aspirasi masyarakat tahun kemarin atau 2025. Itu pun tidak semua terakomodir, hanya sebagian saja yang diterima, setelah melalui Musrembang tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten Bandung. “Disinilah bisa diketahui kalau peran dewan hanya mendampingi dan mengawasi saja,” ungkapnya.
Apa pun yang diterima dewan saat melaksanakan reses, baik itu infrastruktur, sosial, pendidikan, perekonomian, bahkan bantuan tidak tepat sasaran, semua akan diwadahi juga ditampung dewan. Untuk hasilnya nanti, itu sudah di luar kewenangan dewan. walau pun pada dasarnya sudah bekerja sebaik mungkin serta berjuang untuk kepentingan masyarakat, tapi kenyataan manis atau pahit harus diterima dengan sabar hati.
Untuk rasionalisasi pemangkasan anggaran sebesar Rp1 triliun dari Rp4 triliun berupa Transfer Ke Daerah (TKD) disebutkan Kang Firman akan mempengaruhi kinerja, tentunya kita harus melakukan Inovasi berupa proses pembaharuan, pengembangan, atau penciptaan ide, gagasan, metode, atau produk baru yang berbeda dan lebih baik dari sebelumnya.
“Karena hal itu tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai, efisiensi, produktivitas, serta memberikan solusi atas permasalahan. Inovasi melibatkan penerapan kreatif yang berdampak pada sektor bisnis, teknologi, maupun layanan publik,” pungkasnya.***










