Garut, BEDAnews
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diiringi peluncuran kompensasi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), khususnya di wilayah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, diharapkan jangan menimbulkan gejolak social seperti yang terjadi dikecamatan-kecamatan lainya, ungkap Camat Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut Yaya Warya, saat ditemui BEDAnews.com Kamis (27/6/2013).
Menurut Yaya, seharusnya jumlah rumah tangga miskin penerima BLSM di wilayah Kecamatan Kadungora 600 KK. Tapi kenyataannya, berdasarkan data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Garut melalui Pemerintah Kecamatan Kadungora, penerima BLSM wilayah Kecamatan Kadungora hanya sebanyak 103 KK.
Namun, kata Yaya, berdasarkan rapat muspika dan pos giro, pembagian BLSM memang harus dilaksanakan tepat sasaran. Kepala Desa dan pos Giro juga di instruksikan untuk melaksanakan sesuai dengan apa yg sudah tercantum.
Salah satu contoh Desa Kadungora, ada hampir 300 KK yang harus menerima, tapi kuota dari pihak Kabupaten 130 sehingga yang 170 itu pasti akan menuntut juga apalagi nantinya dilapangan yang menerima sedikit.
“Dibagikan kepada yang berhak, takut kepada yang tidak menerima, kalau dibagikan kepada yang lainnya takut jadi bermasalah. Makanya kami mempersilahkan penerima hak untuk datang untuk diberikan saran dan arahan,” katanya.
“Yang sudah menerima nantinyamemberikan kepada coordinator, tapi coordinator tersebut diharapkan bukan RW atau RT, tapi coordinator tersebut yang menerima dari yang lainnya. Perorang 3 bulan tapi sekarang 2 bulan dulu, 2 bulan Rp. 300 ribu,” pungkas Yaya, (Sighar)











