Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasehat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – *Pendahuluan*
“Ketika dunia mulai berbicara tentang perdamaian, justru pada saat itulah sejarah sering sedang menyiapkan konflik berikutnya.”
Kalimat tersebut tampaknya relevan untuk membaca dinamika geopolitik dunia hari ini. Konflik di Timur Tengah tidak lagi berdiri sebagai perang regional biasa, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari perebutan pengaruh global yang melibatkan Amerika Serikat, China, Rusia, serta kekuatan-kekuatan baru dalam tatanan dunia multipolar.
Di tengah rivalitas global yang semakin kompleks, dunia menyaksikan meningkatnya komunikasi strategis antara Beijing, BRICS, dan Moskow. Presiden Donald Trump melakukan kunjungan penting ke Beijing. Iran memperkuat jalur diplomasi dan ekonominya dengan BRICS. Sementara Presiden Vladimir Putin dan Xi Jinping kembali meningkatkan koordinasi geopolitik di tengah memanasnya kawasan Timur Tengah.













