Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyidin, dalam kesempatan tersebut menilai bahwa penguatan gerakan kemanusiaan hari ini membutuhkan sinergi antara media, lembaga sosial, dan masyarakat luas.
“Gerakan kemanusiaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan konsistensi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Apa yang dilakukan BAZNAS Jawa Barat menjadi contoh bagaimana pengelolaan zakat dapat diarahkan untuk pemberdayaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Sekjen DP MUI Pusat, Erick Yusuf, menegaskan pentingnya memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti Humanity Awareness Day mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus dirawat. Lembaga-lembaga seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi sosial dan membangun semangat gotong royong umat,” tuturnya.













