“Saya masih trauma dengan Pilkada DKI, dimana nuansa politik SARA begitu kental, bahkan sampai urusan mensholatkan orang meninggalpun dipolitisasi, tidak terbayang kalau peristiwa Pilkada DKI tersebut dihadirkan dalam Pilpres 2024, yang skupnya nasional,” tandasnya. (*)
Page 3 of 3













