Selain meminta klarifikasi publik, Ono menyerukan agar Tribunnews Bogor segera menghapus video tersebut dari semua platform, termasuk YouTube dan media sosial lainnya.
Ia menilai tindakan ini bertentangan dengan upaya nasional melawan hoaks dan ujaran kebencian yang selama ini digaungkan pemerintah dan masyarakat.
“Media besar seperti Tribunnews seharusnya menjadi teladan, bukan menjadi alat penyebar disinformasi demi klik dan viral. Rakyat berhak mendapatkan informasi yang benar, bukan narasi yang dirancang untuk memicu emosi,” imbuhnya.
Ono juga menegaskan siap untuk melakukan langkah lebih lanjut, yakni melaporkan Dewan Pers guna mencegah terulangnya praktik serupa di masa depan.
Ia menekankan pentingnya akuntabilitas media dalam menjaga integritas informasi publik.













