Tercatat sepanjang 2019 lalu, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun atau tumbuh 0,8% y-o-y. Pertumbuhan laba diikuti penambahan nilai aset yang tercatat sebesar Rp123,5 triliun atau tumbuh 2,8% y-o-y. Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7% y-o-y menjadi Rp81,9 triliun.
Selain itu, net interest margin (NIM) bank juga terus menguat memasuki akhir tahun dengan berada pada level 5,7% lebih baik ketimbang NIM perbankan nasional yang tercatat 4,91% berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka kredit macet dan bermasalah (Non Performing Loan) ikut berhasil ditekan pada kisaran 1,58% jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional rasio kredit bermasalah (NPL) di 2,65%.












