Bandung, BEDAnews
Pembangunan Pemerintah Kota Bandung di bidang agama (Bandung agamis), sebagaimana satu dari tujuh agenda prioritas, dimaksudkan agar nilai-nilai ajaran agama menjadi bingkai dari segenap aktivitas warga serta menjadikan Bandung sebagai rumah bersama, dimana setiap perbedaan mendapat tempat untuk tumbuh, dirawat dan berkembang dalam semangat kekeluargaan.
Namun yang dinamakan Bandung Kota Agamis, bukan sekedar ditunjukkan oleh banyak atau bagusnya sarana keagamaan, tetapi juga ditentukan oleh optimalisasi fungsi mesjid sebagai pusat pembinaan umat di bidang sosial, ekonomi dan lingkungan.
Demikian Walikota Bandung Dada Rosada pelaksanaan Taraweh Keliling Pemerintah Kota Bandung bersama forum Komunikasi pimpinan Daerah, Senin (30/7) malam, di Mesjid Agung Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukancana No 27 Bandung.
Harapan tersebut, lanjut Dada, telah dijawab umat melalui pendirian 52 Koperasi Syariah Kesejahteraan Kota Bandung yang hampir merata di seluruh wilayah kota. Dimana pada tahun 2010 Pemerintah Kota Bandung telah memberikan bantuan modal usaha senilai Rp. 970 juta dan pada tahun 2011 meneruskan bantuan senilai Rp. 600 juta untuk Koperasi yang aktif.
“Saya juga berupaya meningkatkan bantuan pada tahun ini dan tahun berikutnya terutama untuk merangsang kegiatan usaha produktif, mencegah umat terjerat rentenir, dan yang terpenting adalah mendorong kegiatan ekonomi yang berkarakter,” ujar Dada.
Walikota yang didampingi Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, Kapolrestabes Bandung Kombes. Pol. Abdul Rakhman Baso, dan sejumlah pejabat publik Kota Bandung itu, berkeyakinan pengembangan ekonomi berbasis agama memiliki kaitan erat dengan penuntasan kemiskinan dan penguatan aqidah serta akhlak umat, terutama untuk menjawab sinyalemen Rasulullah SAW bahwa “kemiskinan dekat dengan kekufuran”. (Heru)












