• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Banda Tatalang Raga bisa Dijual atau Digadaikan, Daripada jadi Nasabah Bank Emok

Banda Tatalang Raga bisa Dijual atau Digadaikan, Daripada jadi Nasabah Bank Emok

Ki Agus by Ki Agus
17 Juli 2022
in Tak Berkategori
0
DSC_0002

DSC_0002

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Terpaksa menjual TV satu-satunya untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah anak, daripada pinjam ke Bank Emok atau ke Renternir kata Mimin, warga Soreang, mending jual barang yang ada. Banda mah tatalang raga (kekayaan itu hanya pelengkap).

“Mudah-mudahan besok lusa ada rezekinya kami, agar bisa membeli TV kembali,” katanya di Pasar Soreang, Minggu 17 Juli 2022.

Selain Mimin, ada juga warga yang menjual atau menggadaikan perhiasan emas yang semata-mata hanya untuk membeli perlengkapan sekolah anak yang mulai masuk Senin besok, 18 Juli 2022, seperti diakui Yuli, warga Banjaran, sengaja datang ke Soreang.

Sepertinya Mimin, ia (Yuli), tidak mau menjadi nasabah Bank Emok atau Renternir. Prosesnya pinjamannya itu, menurutnya sangat mudah. Cuma pembayarannya saja yang kadangkala seperti tidak berprikemanusiaan, harus ada dan wajib bayar. Masih mending renternir yang bersifat personal, bisa lewat dulu kalau tak punya uang. Tapi tetap saja itu masih termasuk Riba.

BeritaTerkait

Sosialisasi program MBG di Rokan Hilir

Sosialisasi Program MBG di Sintong Makmur Riau Dorong Keterlibatan Peran Aktif Masyarakat 

10 Mei 2026

Seni, Musik, dan Harapan: Kisah Mengharukan dari Lapas Ciamis

10 Mei 2026

“Kalau Bank Emok mah, tidak ada toleransi sama sekali. Tidak boleh ada alasan dan tidak mau mendengar kesusahan nasabahnya,” ujar Yuli.

Mimin dan Yuli bukan korban bank emok atau renternir, menurut pengakuan mereka berdua, barang yang ada dulu saja jual atau digadaikan sementara waktu. Sebab kebutuhan sekolah anak itu menjadi prioritas.***

Previous Post

Anggota DPR RI: Demak Banyak Potensi, Sayang Kurang Dioptimalkan

Next Post

MPLS dan PTM Sekolah di Kota Bandung Berlangsung 100 Persen

Related Posts

Sosialisasi program MBG di Rokan Hilir
News

Sosialisasi Program MBG di Sintong Makmur Riau Dorong Keterlibatan Peran Aktif Masyarakat 

10 Mei 2026
Karya

Seni, Musik, dan Harapan: Kisah Mengharukan dari Lapas Ciamis

10 Mei 2026
TNI-POLRI

Nonton Bareng Film Edukasi, Satgas TMMD Bagikan Makanan Bergizi kepada Anak-Anak Kampung Keakwa

10 Mei 2026
Edukasi

Bendahara DPD PAN Hj. Elin Wati Sampaikan Rasa Syukur atas Amanat Pimpinan

10 Mei 2026
TNI-POLRI

Kopral FC Lanal Dabo Juara SPP Cup 2026, Taklukkan Della FC 4-1 di Final

10 Mei 2026
TNI-POLRI

MARINIR; WAASPERS PANGKORMAR BAKAR SEMANGAT PESERTA UJI KOMPETENSI PASIS DIKREG SESKOAL LXV DAN SESKOAD LXVII TAHUN 2026

10 Mei 2026
Next Post

MPLS dan PTM Sekolah di Kota Bandung Berlangsung 100 Persen

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021