“Laporan perusahaan media asal Inggris (We Are Social) mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia per Januari 2021 mencapai 202,6 juta, dengan tingkat penetrasi 73,7 persen. Artinya, di masa pandemi Covid-19 maupun kedepannya, penyelenggaraan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi informasi menjadi solusi yang rasional dalam meningkatkan akses masyarakat ke pendidikan tinggi,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan kandidat doktor Hukum Universitas Padjadjaran (UNPAD) ini menerangkan, platform pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi pada akhirnya juga akan mengantarkan lahirnya komunitas virtual dalam dunia pendidikan, yang akan saling berinteraksi dan terkoneksi satu sama lain hingga terbentuk suatu ekosistem pembelajaran digital atau Digital Learning Ecosystem dengan berbagai tuntutan dan konsekuensi. Antara lain adaptasi dan peningkatan literasi teknologi, kompetensi dan kreativitas tenaga pendidik untuk menghadirkan materi pembelajaran yang menarik interaktif, serta kemadirian dan kedewasaan peserta didik dalam proses pembelajaran.













