Tidak hanya itu, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menyoroti tentang Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang belum terbangun secara merata di wilayah atau pulau-pulau yang ada di Kepulauan Riau. Bahkan, khusus wilayah Batam, kondisi bisnis PLN Batam yang merupakan unit bisnis tersendiri yang terpisah PT. PLN (Persero) kondisinya dianggap tidak sehat karena cadangan listriknya (reserves margin) terhadap beban puncak hanya 3%, yang seharusnya minimal berada dikisaran 15%.
Konon hal ini salah satunya yang menjadikan kota Batam sempat mengalami pemadaman bergilir. Selain juga karena faktor cuaca, dimana Batam sempat mengalami kemarau panjang, sementara PLN Batam menggunakan PLTA (Pembangkit listrik tenaga air) yang sangat mengandalkan air.













