Lebih lanjut Khaeroni mengatakan, proyek Kayan Cascade sebetulnya merupakan bagian dari konsep Kaltara Integrated Green Economic Zone yang mencakup 4.686 hektar milik PT. Indonesia Strategis Industri (ISI), perusahaan pengelola kawasan industri yang menjadi bagian dari Kawasan Industri Hijau yang terintegrasi dengan Pelabuhan Internasional Indonesia. “Proyek PLTA ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2025,” tandasnya.
KHE mendukung proyek tersebut untuk menghasilkan sumber listrik EBT yang ramah lingkungan. Kawasan Industri Hijau tersebut akan dikembangkan dan dikelola oleh PT. ISI. Pengelola juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai tenant, di antaranya smelter aluminium PT Alum Ina Indonesia, pabrik baja PT. Prime Steel Indonesia, smelter ferronickel PT. Nickel Industri Indonesia, pabrik kendaraan listrik PT. Indonesia Emobil Industri, dan partner pembuat baterainya, PT. General Battery Indonesia. Listrik PLTA bukan hanya ramah lingkungan tapi juga sangat bisa bersaing dengan listrik yang dihasilkan dari energi fosil,” pungkas Khaeroni.













