“Sosialisasi dengan komunitas bukan hanya kepada petani saja, tetapi alumni juga bisa berperan aktif. Program MBG melarang penggunaan grama dan gula berlebihan, pewarna makanan, jadi ahli gizi mengganti dan membuat intervensi dengan melakukan bahan-bahan yang memang aman dan halal, semua dilatih secara professional,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang menegaskan bahwa komunitas memiliki peran penting sebagai penggerak awal dalam mendukung keberlanjutan program MBG.
“Program MBG hadir sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya terkait persoalan malnutrisi yang harus segera ditangani secara serius. Kehadiran Badan Gizi Nasional menjadi langkah strategis untuk memastikan program ini berjalan terarah dan berdampak luas,” ujarnya.












