Presiden RI Joko Widodo mengatakan dalam forum tersebut stunting bukan hanya urusan tinggi badan tetapi yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis, oleh sebab itu target di Tahun 2024 harus bisa mencapai 14% sehingga diharapkan dapat mengurangi stunting di Indonesia.
Dari dasar tersebut diatas KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak M.Sc memerintahkan ke seluruh jajaran Angkatan Darat agar membantu program pemerintah utk mencegah stunting melalui pemantauan sejak dini kesehatan ibu hamil dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun (balita).
Setelah mendapat arahan dari KSAD, Pangdam XV/PTM, Mayjen TNI Syafrial, PSC., M.Tr.(Han) memerintahkan Danrem 151/BNY Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.IP., M.Han agar mengerahkan jajaran Kodim yang berada dibawah Korem 151/BNY utk menperdayakan Babinsa (Bintara Pembina Desa) sebagai dinamisator dan motor penggerak “Program Bangga Kencana” bersinergi dengan BKKBN sebagai Penggerak Pelayanan KB/Keluarga Berencana, Pendampingan Ibu hamil dan pasca persalinan serta sebagai Bapak Asuh Stunting.













