Sementara menurut Diyanto, batik merupakan salah satu fenomena kultural dalam bidang penciptaan budaya kain. Visualisasi ragam hias dengan berbagai simbol dan makna yang melekat padanya dapat dijumpai pada selembar kain di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya terdapat di Pulau Jawa.
Ragam hias batik hadir dalam ungkapan visual yang sangat beragam, baik dalam variasi bentuk maupun warna, di samping jumlahnya yang sangat banyak. Hal tersebut terjadi karena perbedaan latar belakang yang mendasari pembuatan kain batik seperti letak geografis, kepercayaan, adat istiadat, tatanan sosial, laku hidup masyarakat serta lingkungan alam setempat atau yang biasa disebut sebagai local genius.

Kelima perupa perempuan yang menyajikan sebuah pengalaman berbeda ketika mengapresiasi karya-karya tersebut adalah :













