Mengusung semangat “Sawah Adalah Benteng Pertahanan Baru”, kegiatan ini menggandeng para pakar nasional. Materi disampaikan oleh Ir. Hermansyah, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian, dan Kolonel Inf Eko Junianto, Kasubdit Sarpras Sumdahan Ditjen Pothan Kemhan. Hari kedua akan diperkaya dengan materi digitalisasi dan analisa progres Luas Tambah Tanam (LTT)—tulang punggung strategi pertanian berbasis data.
TNI AD bekerjasama dengan Kementan RI menetapkan tiga jurus emas untuk menembus target Swasembada 2025:
Pertama, Luas Tambah Tanam (LTT) hujan memaksimalkan intensifikasi hingga IP3.
Kedua, Optimasi Lahan (Oplah) dengan menyulap rawa menjadi lumbung.
Ketiga, Cetak Sawah Rakyat (CSR) yaitu mencetak sawah baru berbasis LBS.
Dalam amanat pembukaannya, Aster Kasad menegaskan bahwa, ketahanan pangan bukan sekadar soal padi. Ini soal kedaulatan. Setiap hektar yang ditanam, setiap ton padi yang dipanen, adalah senjata strategis melawan krisis pangan global.











