Koperasi-koperasi tersebut meraih berbagai sumber permodalan alternatif di luar perbankan, meskipun secara aturan KMP mendapat peluang mendapat sumber modal perbankan BUMN dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Di antara KMP yang ada ini, ada yang sudah bisa dilaksanakan. Ada yang sudah menjadi unggulan. Langkah apa yang dilakukan adalah komunikasi dengan yang sudah unggulan. Dibuatkan studi-tiru. Cari tahu bagaimana mendapatkan pemodalan. Koordinasi dan komunikasi dibangun dan akhirnya diberikan peluang. Yang penting bisa memberikan jalur, jalur usaha modal awal. Jadi permodalan awal ini tidak selamanya dengan bank,” katanya.
Keanggotaan
Menyoal rekrutmen anggota, Asep Robin menakar publikasi KMP yang tidak terlalu masif di tengah masyarakat. Ia melihat koperasi yang berbasis kerakyatan akan semakin menyebar manfaat bila diperkuat dengan dukungan rakyat pula.












