Dalam kesmepatan itu, Ketua Komisi B DPRD Blora, Yuyus Waluyo mengusulkan adanya penambahan PPL Swadaya. Sebab, sekarang PPL yang ada sudah berkurang jumlahnya. Usianya juga sudah memasuki usia pensiun, “Jadi kalau PPL-nya banyak dan masih muda dapat mendampingi petani secara maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Blora, Wiji Utomo menegaskan, Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) yang diterima oleh Pemkab Blora tahun 2021 ini bertambah atau naik. Yaitu Dari Rp 7-8 Miliar meningkat jadi Rp 10 Miliar. “Untuk tahun depan diharapkan bisa ditambah untuk alokasi tersebut. Sehingga perhatian terhadap kondisi petani di Kabupaten Blora bisa meningkat,” jelasnya.
Terkait dengan petani tembakau ada program peningkatan petani. Terkait BLT bagi petani tembakau, dia kurang setuju.













