“Kemudian sketsel yang dulu harus ditempel-tempel, staf ops harus memperbaiki setiap ada kegiatan informasi latihan, sekarang sudah langsung diketik di komputer sudah jalan dan itu terintegrasi semua staf, termasuk dengan peta induk komandan,” lanjutnya.
Menurut Eko, sistem ini sangat membantu komandan dalam memantau kinerja para stafnya.
“Aplikasi Simpur ini memudahkan komandan untuk menilai apakah stafnya bekerja atau tidak, karena semua aktivitas terlihat langsung di peta induk secara digital,” ujarnya.
Ke depan, Eko mengungkapkan bahwa, TNI AD akan terus mengembangkan aplikasi Simpur agar berbasis web dan bisa diakses melalui smartphone.
“Harapannya, sistem ini bisa terus berkembang dan menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Rencananya, aplikasi ini akan dibuat berbasis web, sehingga bisa diakses melalui HP tanpa harus menggunakan laptop dengan spesifikasi tinggi,” terangnya.













