Guna mengatasi kendala jarak, selama ini BPBD Kota Tasikmalaya juga berkoordinasi dan bersinergi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang kebetulan bermarkas di area kota, sehingga penanganan di beberapa titik bisa dijangkau lebih cepat.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa Kota Tasikmalaya tetap memerlukan penguatan internal.
Ia memetakan beberapa wilayah strategis yang dinilai rawan dan memerlukan pendekatan Mako Damkar yang lebih dekat, di antaranya Kawasan Objek Vital: Area Bandara, Depo Pertamina, dan kompleks kampus. Kawasan Industri & Pemukiman Padat: Pusat perkotaan.
“Meskipun di Bandara dan Pertamina sudah tersedia unit pemadam internal, dalam kondisi darurat tetap diperlukan Mako Damkar terdekat yang bisa langsung cover. Rencananya, penambahan Mako ini akan diarahkan ke beberapa wilayah, salah satunya ke arah Manonjaya untuk membagi keterjangkauan,” pungkasnya. (Suslia)













