Caranya, dikemukakan dia, nasabah harus membuat kelompok sebanyak 10 orang, bila salah seorang tidak bayar harus tanggung renteng. Keunggulannya disini, nasabah tidak dibebani bunga alias nol bunga.
Bila kemudian sukses, ditegaskannya, pengajuan permohonan bisa berlipat hingga mencapai puluhan juta. Secara global pada sesi pertama dipersiapkan tiap RW sebesar Rp60 juta untuk seluruh RW di Kabupaten Bandung.
Eksitensinya di dalam penyelenggaraannya, Uben akan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa, sehingga bantuan yang diluncurkan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan saja program ini bisa segera direalisasikan agar masyarakat tidak lagi terbelit dengan hutang kepada Bank Emok,” ujar dia.
Uben optimis program ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat di masa pandemi ini. “Tinggal kesanggupan masyarakatnya saja bagaimana pinjaman itu bisa dikembalikan sesuai dengan besarannya untuk digunakan kembali oleh nasabah lain sebagai modal. Anggaran yang dipersiapkan untuk kegiatan tersebut mencapai 260 milyar,” tambah dia.













