“Jadi kalau dirata-rata indeks yang terkena positif dari jumlah testing kita ini setara Kanada, Italia dan mendekati Jepang. Jadi, rasio testing positif terhadap yang dites Jabar, kalau dirata-rata ke negara di dunia, tidak jauh beda dengan tiga negara itu,” ucapnya.
Menurut Emil, pengetesan masif di Jabar akan memobilisasi ambulans Puskesmas Keliling (Pusling) di 27 kabupaten/kota, yang jumlahnya mencapai 627, sebagai Mobile COVID-19 Test.
Nantinya, Mobile COVID-19 Test akan dilengkapi dengan alat rapid test. Pengetesan pun diprioritaskan di kerumunan-kerumunan.
“Kenapa sebanyak itu, karena kami menyulap mobil puskesmas menjadi Mobil Test COVID-19, sehingga kewaspadaan tidak kendur disaat penerapan AKB,” katanya.
Selain Mobil COVID-19 Test, kata Kang Emil, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar akan memobilisasi mobil Lab COVID-19 BSL-3 atau Bio Security Level 3 yang dilengkapi dengan alat pengetesan dengan metode PCR.












