GARUT, BEDAnews
Angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Garut selama tahun 2012, mengalami peningkatan hingga 70 persen, dengan korban luka ringan, berat, dan ada juga sebahagian yang meninggal, tegas Kasat Lantas Polres Garut Ajun Komisaris Polisi Sulman Azis.S.Sos kepada bedanews.com diruang kerjanya kamis (14/2).
Paling tinggi penyebab kecelakaan, karena kendaraan mendahului kendaraan yang ada di depannya. Para korban sebagian besar berada di usia 41 tahun, bahkan pada usia muda. Untuk itu, Kasat Lantas Polres Garut menyarankan, para pengemudi yang berumur di seputar itu, tidak lagi mengemudikan kendaraan.
Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan, Kabupaten Garut telah melakukan penindakan dengan cara tilang, dan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk di tahun 2013 pengguna kendaraan harus hati-hati dalam mengemudikan baik Roda 2 maupun Roda 4, ujar Sulman.
Untuk menekan angka kecelakaan pada tahun 2013, Polres Garut menentukan titik-titik rawan kecelaan terutama pada daerah-daerah Blagh Spoot, daerah yang sering terjadi kecelakaan laulintas, langkah upaya yang dilakukan pengaturan didaerah-daerah yang diketagorikan rawan kecelakaan. “Selain itu, kita memasang iklan himbauan denagan menampilkan gambar-gambar kecelakaan, tugu-tugu yang disetabilkan oleh kendaraan kendaraan yang sudah ringsek,” katanya.
Hal itu dilakukan agar masyarakat khususnya pengemudi baik roda 2 maupun roda 4 dapat melihat, kalau terjadi kecelakaan dia akan terjadi seperti dalam iklan gambar tersebut. Sebenarnya, di Negara kita sudah ada rambu-rambu lalulintas, Namun, kesadaran masyarakat dalam mengemudikan kendaraan masih kurang. Terutama dalam mentaati terhadap rambu-rambu lalulintas.
Maka, kita berikan dijalur-jalur lalulintas yang diketagorikan rawan kecelakaan, bahwa kecelakaan yang berdampak patal pada masyarakat. Dan kita melakukan kegiatan-kegiatan penegakan disiplin lalulintas karena banyak masyarakat, terutama anak muda yang belum faham terhadap lalulintas, kemudian diharapkan para pengendara mempunyai surat izin mengemudi (SIM).
Apalagi anak dibawa usia sudah diberikan kendaraan oleh orang tuanya sementara sim nya belum bisa diurus karena masih dibawa umur. Yang semestinya orang tua harus sadar akan dampak kecelakaan pada anak dibawa umur akan patal bagaimana dengan masa depanya.
Yang jelas kata Sulman, angka kecelakaan pada bulan ini atau awal tahun 2013 hingga saat ini menurun, dan diharapkan semakin hari-semakin menurun, bukan sifatnya hanya kebetulan saja pada bulan ini tetapi diharapkan selamanya menurun, bahkan tidak ada angka kecelakaan, ujar Kasat Lantas Polres Garut kepada Bedanews diruang kerjanya. (Sighar HRM)











