“Ada apa?” Banyak orang bertanya. Padahal selama sekitar 1,5 tahun menjabat Pangdam III/Slw banyak sudah karya ditoreh, banyak event besar dilakukan yang melibatkan masyarakat umum, Pemda dan melibatkan satuan-satuan prajurit dari berbagai batalyon di luar menjalankan tugas-tugas pokoknya sebagai Pangdam.
Penulis mencatat ada 2 event besar selama Kunto menjabat Pangdam III/Slw, yaitu Napak tilas perjuangan Laskar Siliwangi bersama rakyat Jawa Barat sehingga terjadi perisitiwa heroik Bojong Kokosan Sukabumi dan Buah Dua di Sumedang.
Apakah benar jika mutasinya itu karena tulisan Sang Jenderal yang berjudul “Etika Menuju 2024”, itu membuat gerah para elit politik?
Sebagai tentara yang setia memegang teguh 7 point sumpah prajurit dalam “SAPTA MARGA”, intuisi, insting dan “sense of nationalisme” Sang Jenderal yang mata batin dan kecerdasan intelektualnya melihat kehidupan berbangsa dan bernegara, dan merasa bagian dari rakyat Jawa Barat yang merasa terpanggil untuk mencegah terjadinya perpecahan, huru hara, tentu wajar dan sah-sah saja opininya itu.













