“Akibatnya, korban menjalani dua kali operasi, livernya pecah. Dan kini masih di rawat di rumah sakit,”tambahnya.
Hotma Agus Sihombing mengatakan, karena kejadian yang dialaminya, korban sering mengigau dan takut untuk datang ke Markas Polda Jabar, tempatnya berdinas.
“Mendengar kata ‘Polda Jabar’ saja, korban bisa teriak-teriak. Bahkan, korban takut dan tidak ingin datang ke Mapolda Jabar atau kantornya,” ujarnya,
Agus juga mengatakan, peristiwa pemukulan tersebut diduga dilakukan anggota Kompi 1 Subdit Dalmas Ditsamapta Polda Jawa Barat angkatan 44.
Pengeroyokan dan pemukulan tersebut, diduga terjadi berulang-ulang.
“Saat ini ada sekitar 5 orang saksi yang diperiksa di Subdit III Jatrantras Ditreskrimum Polda Jabar. Diduga pelakunya lebih dari satu orang,”ucap dia.













