Bandung, BEDAnews
Beberapa anggota DPRD Jabar merasa mendapapat pelayanan tidak profesional dari sebuah perusahaan asuransi. Kekecewaan tersebut muncul setelah klaim asuransi kesehatan yang seharusnya mereka terima, tidak terpenuhi sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan mereka mensinyalir perusahaan asuransi pemegang tender kesehatan para anggota dewan tersebut tidak memiliki kualifikasi yang baik.
“Saya kecewa dengan pelayanan perusahaan Asuransi Mitra/Mitra Health, sebagai pemegang hak asuransi kesehatan para anggota DPRD Jabar. Saya menilai perusahaan tersebut tidak cukup kaya dan layak sebagai penjamin pembiayaan kesehatan DPRD,” tandas anggota Komisi E DPRD Jabar, Humar Dhani, kepada wartawan, Jum’at (12/7).
Di jelaskannya, banyak hal yang harus di koreksi dari asurasi Mitra tersebut, diantaranya masalah layanan klaim yang ternyata hanya dapat dilakukan di rumah sakit tertentu dan hanya berada di dalam Kota Bandung khususnya yang telah berprofider. Sedangkan sebagian besar anggota dewan bertempat tinggal di luar Kota Bandung. Rumah Sakit di Kota Bandung pun, kata Humar Dhani terbatas hanya di beberapa rumah sakit saja, seperti Rumah Sakit Hermina Arcamanik, Hermina Pasteur, RSU Bungsu, Advent, dan Boromeus.
Selain itu tambahnya, masalah pembayaran klaim, selain tidak lancar juga sering tidak tepat waktu. Ia mencontohkan, seperti pembayaran klaim untuk kaca mata sehat, hingga saat ini terjadi kemacetan pembayaran yang cukup lama hingga satu bulan. Padahal dalam perjanjian pembayaran klaim paling lambat selama dua minggu. Kejadian ini, katanya, justru memicu anggapan pihak asuransi sengaja melalaikan kewajibannya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Cabang Jawa Barat Asuransi Mitra/ Mitra Health di Jln. Supratman Kota Bandung, Anton Sidabutar, kepada wartawan mengaku baru mengetahui adanya klaim atas permasalahan pelayanannya antara lain masalah keterlambatan pembayaran klaim kaca mata oleh asuransi Mitra yang menjadi hak anggota Dewan.
Diakui, masalah tender dengan DPRD Jabar pihaknya tidak tahu menahu, sebab yang mendapatkan tender adalah Asuransi Mitra Cabang Bogor. “Saya sebetulnya tidak tahu menahu masalah tender dengan DPRD Jabar, sebab yang melakukan tender itu Asuransi Mitra Cabang Bogor, sedangkan kami di sini (Asuransi Mitra Cabang Jawa Barat) hanya berwenang menghandle (memfasilitasi) jika terjadi permasalahan,” kata Anton.
Menurut Anton, perusahaannya membuka layanan asuransi kesehatan relative baru, tepatnya dua tahun yang lalu. Sebelumya perusahaannya lebih banyak bergerak di bidang asuransi kendaraan, property dan kendaraan alat berat.
“Untuk asuransi kesehatan ini kami termasuk pemain baru yakni dimulai sekitar tahun 2010, sebelumnya kami main di asuransi mobil, kendaraan alat berat dan property,“ kata Anton. (hermanto)











